article
PREVALENSI TRIKOMONIASIS PADA WANITA RISIKO TINGGI DI KAWASAN WISATA BATURADEN KABUPATEN BANYUMAS
Trikomoniasis merupakan penyakit menular seksual yang cukup tinggi angka kejadiannya. Orang dengan pekerjaan bergonta ganti pasangan seksual, diyakini sebagai faktor penularan utama. Dalam beberapa tahun terakhir penderita infeksi menular seksual di Banyumas menunjukan angka yang cukup tinggi. Keberadaan Gang Sadar yang merupakan kediaman wanita penjaja seks, dengan lokasi yang strategis serta dekat dengan tempat wisata di Baturraden, membuat banyak orang berkunjung. Kondisi tersebut meningkatkan risiko penularan trikomoniasis dikawasan tersebut. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui berapa besar kasus trikomoniasis pada sampel urin wanita risiko tinggi di kawasan wisata Baturraden. Penelitian ini bersifat deskriptif dengan melibatkan responden penelitian wanita dengan pekerjaan berisiko tinggi. Pada setiap responden penelitian dilakukan pemeriksaan dari spesimen urinnya dan sebagai pendukung dilakukan pengambilan data prihal latar belakang kehidupan responden. Data disajikan dalam tabel dan dihitung persentase responden yang terinfeksi Trichomonas vaginalis. Dari hasil pemeriksaan laboratorium ditemukan parasit Trichomonas vaginalis sebanyak 2 orang dari 30 responden penelitian. Berdasarkan data sosiodemografi, temuan kasus terjadi pada responden dengan karakteristik; umur diatas 21 tahun, pendidikan terakhir SMP dan SMA, profesi pemandu karaoke dan PSK serta status perkawinan belum menikah dan cerai. Dari data aktifitas seksual responden, muncul dengan karakteristik; semua menunjukan gejala keputihan dan bau tidak normal serta melayani 1-3 pelanggan perhari. Hasil penelitian ini didapatkan kesimpulan bahwa kasus trikomoniasis sebesar 6,7% dengan karakteristik responden heterogen.Trikomoniasis merupakan penyakit menular seksual yang cukup tinggi angka kejadiannya. Orang dengan pekerjaan bergonta ganti pasangan seksual, diyakini sebagai faktor penularan utama. Dalam beberapa tahun terakhir penderita infeksi menular seksual di Banyumas menunjukan angka yang cukup tinggi. Keberadaan Gang Sadar yang merupakan kediaman wanita penjaja seks, dengan lokasi yang strategis serta dekat dengan tempat wisata di Baturraden, membuat banyak orang berkunjung. Kondisi tersebut meningkatkan risiko penularan trikomoniasis dikawasan tersebut. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui berapa besar kasus trikomoniasis pada sampel urin wanita risiko tinggi di kawasan wisata Baturraden. Penelitian ini bersifat deskriptif dengan melibatkan responden penelitian wanita dengan pekerjaan berisiko tinggi. Pada setiap responden penelitian dilakukan pemeriksaan dari spesimen urinnya dan sebagai pendukung dilakukan pengambilan data prihal latar belakang kehidupan responden. Data disajikan dalam tabel dan dihitung persentase responden yang terinfeksi Trichomonas vaginalis. Dari hasil pemeriksaan laboratorium ditemukan parasit Trichomonas vaginalis sebanyak 2 orang dari 30 responden penelitian. Berdasarkan data sosiodemografi, temuan kasus terjadi pada responden dengan karakteristik; umur diatas 21 tahun, pendidikan terakhir SMP dan SMA, profesi pemandu karaoke dan PSK serta status perkawinan belum menikah dan cerai. Dari data aktifitas seksual responden, muncul dengan karakteristik; semua menunjukan gejala keputihan dan bau tidak normal serta melayani 1-3 pelanggan perhari. Hasil penelitian ini didapatkan kesimpulan bahwa kasus trikomoniasis sebesar 6,7% dengan karakteristik responden heterogen.
No copy data
No other version available